A Tumblelog of Yosua Hernandez.
I'm an expert on reblog-ing.


Photo

Mar 13, 2014
@ 7:14 pm
Permalink
1,074 notes

9gag:

I like this

9gag:

I like this


Quote

Mar 13, 2014
@ 7:12 pm
Permalink

Bukan negeri dongeng, bukan kampung ninja. Ini si Sungai Ramai sedang membuat manusia salai.


Video

Mar 13, 2014
@ 7:06 pm
Permalink

Gentleman (Vintage 1920s Gatsby - Style Psy Cover) by Postmodern Jukebox. Fav!


Photoset

Mar 8, 2014
@ 7:58 pm
Permalink
18,344 notes

ateliercornelia:

Color Study: Desert Sky

Alice Blue, Baby Blue, Sky Blue, Periwinkle,  Peach, Carnation Pink and Rose.

(via ilcielonotturno)


Text

Feb 20, 2014
@ 7:57 pm
Permalink

Lack of Motivation

Kemarin sempat lack of motivation to complete that stuff. What’s the stuff? Yep, S-K-R-I-P-S-I. Sudah 2 bulan lebih setelah seminar proposal tidak ada disentuh, tidak juga ambil data. Tapi untunglah tidak berlangsung lama, minggu ini akhirnya dibelai juga that stuff.

Tadi pun akhirnya turun ambil data di salah satu SMA. SMA saya dulu. Komentar salah satu guru: “Ini penelitian untuk S-2 kamu ya?”. Ya, ini saya nggak ngerti kenapa guru tersebut bisa mikir begitu, apa karena tampang saya yang sudah begitu dewasa? Hehe :p

My research is social study and I guess that it’s not me anymore. Rasanya otak saya ini otak eksakta karena emang jarang cocok dengan ilmu sosial. Pas SMP, kemudian SMA, dan pas kuliah iya belajar ilmu eksak, eh tiba-tiba pas riset banting stir ke ilmu sosial. Haha. Tapi demi-demi ini untuk dapat sarjana :) Semoga!

Ya, sudahlah sekedar update tumblr ini.

Like platypus is not mammals


Photo

Feb 20, 2014
@ 7:31 pm
Permalink

Cerita kemarin sempat ke kampung cina (Jl. Karet, Pekanbaru) ada perayaan Cap Go Meh*. It was so crowded.
*dari Wikipedia: Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Cerita kemarin sempat ke kampung cina (Jl. Karet, Pekanbaru) ada perayaan Cap Go Meh*. It was so crowded.

*dari Wikipedia: Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia.


Audio

Feb 20, 2014
@ 7:19 pm
Permalink
Played 9 times.

from Diary of a Wimpy Kid: Dog Days movie


Text

Feb 4, 2014
@ 7:56 pm
Permalink

Jurnal Pengangguran

Halo! Ini hari kedua kitanya jadi pengangguran. Tapi, meski judulnya pengangguran sayanya banyak kerjaan juga dari kemarin. Hari Senin kemarin saya ngurus surat izin riset, yang birokrasinya sangat panjang dan sampai sekarang juga belum selesai. Janjinya bakal selesai besok (Rabu), kita lihat saja besok. Mudah-mudahan sudah selesai, biar sayanya bisa mulai penelitian. Hehe.
Selain menyibuk untuk surat izin riset itu, kemarin saya juga sempatin ke Toko Buku Gramedia. Ke sana bukan mau beli buku, tapi mau donor darah. Ya, kemarin dalam rangka ulang tahun toko buku tersebut mengadakan kegiatan donor darah. Ini donor darah kedua saya. Tidak seperti donor darah pertama, donor kali ini berjalan lancar. Darahnya lancar nggak pakai macet dan cukup sekali nusuk jarumnya. Donor yang pertama soalnya sampai beberapa kali nusuknya, karena pembuluh darah saya terlalu dalam jadi nggak pas. Saat ini saya berniat dan berusaha untuk rutin mendonor darah. Ya, mudah-mudahan bisa terlaksana. Kata orang-orang donor darah bisa menyehatkan. Yok donor darah, teman-teman! :D
Untuk hari ini, lumayan juga lah karena ada kegiatan sayanya. Awalnya mau ke kampus untuk ngota-ngota (ngobrol) dengan teman-teman kampus, eh di jalan ditelpon sama profesor saya yang sekaligus penasihat akademik saya. Beliau minta ke rumahnya dan minta tolong sedikit kerjaannya. Selagi nggak ada kerjaan, saya iyakan. Dan siang menjelang  sore kerjaan itu selesai. Lalu, saya go ke kampus, ketemu yang lain dan melaksanakan niat awal, yakni ngota-ngota dengan teman di kampus. :p
Ya, begitulah kira-kira kegiatan pengangguran yang satu ini. Oiya, satu lagi saya juga berniat ini untuk produktif lagi untuk menulis. Ya, paling tidak menulis blog ini sebagai jurnal harian. Hehe. Pokoknya satu pesan saya melalui postingan ini: YOK DONOR DARAH! :D


Text

Feb 4, 2014
@ 9:13 am
Permalink

Sendok Putus

Tanggal 27 – 31 Januari kemarin kampusku mengadakan Olimpiade Sains Biologi SMP-SMA Se-Riau. Ini merupakan tahun ke-4 saya menjadi panitia. Tahun pertama saya menjadi panitia (2010) saya masuk di Seksi Kesekretariatan. Padahal saya tidak memilih seksi tersebut, tapi senior saya yang semena-mena memasukan saya ke seksiitu. Tapi, ternyata cocok pula dengan saya, dan pada tahun 2011 saya di Seksi Kesekretariatan lagi. Tahun 2012, tahunnya angkatan saya jadi panitia inti dan saya kebagian di Sekretaris (nggak jauh-jauh dari kertas, printer dan segala teman-temannya). Dan tahun ini (2014), ceritanya udah senior, di kepanitian yang senior biasanya jadi Tim Soal. Tim yang membuat soal-soal olimpiade tersebut. Saya kebagian di Tim Soal Cepat Tepat SMA.
Oke, nggak usah panjang-panang basa-basinya. Jadi, yang saya mau ceritakan, yaitu pas hari terakhir (31 Januari), dimana hari itu merupakan final untuk Cepat Tepat. Nah, salah satu bentuk soal untuk peserta adalah soal peraga. Jadi, ada beberapa objek langsung (misalnya tumbuhan, hewan yang dibedah dsb) diperlihatkan ke peserta, dan mereka mesti menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan objek tersebut.
Soal yang tim saya rancang salah satunya tentang alat reproduksi dalam hewan. Dan hewan yang kami persiapkan adalah katak. Kami bius lah katak itu dengan eter. Pas bedah kataknya, ketahuan kataknya betina, karena sel-sel telurnya terlihat begitu jelas dan menurut kami ini akan memudahkan peserta. Pas kebetulan di labor ada mencit, dan terpikir untuk menganti objek katak dengan mencit. Oke, kami putuskan untuk bedah mencitnya juga.
Nah, kalau untuk mencit, nggak payah dibius dengan eter/kloroform. Ada cara mudah dan cepat untuk membuat mencit itu pingsan, yaitu dengan menekan leher mencit tersebut dan tangan kita satu lagi menarik dengan cepat ekornya. Ya, begitulah kira-kira yang dosen saya ajarkan pas mata kuliah Perkembangan Hewan. Saya lakukanlah prosedur itu, karena emang lagi buru-buru, nggak sempat lagi untuk membiusnya. Eh, ternyata, entah bagaimana, tenaga yang terlalu kuat atau SOP-nya salah, saya melakukan hal yang sangat-sangat tragis: EKOR MENCITNYA PUTUS! dan mencitnya sama sekali tidak pingsan, malah tetap mondar-mandir. “Cit, I’m so sorry…” :’(
Ya, saya merasa bersalah sekali, tapi mau bagaimana lagi ekornya tidak bisa disambung kembali. Sebenarnya mencitnya tidak terlihat kesakitan, tapi teman saya begitu kasian melihat mencit itu, dan dia memutuskan untuk mengantarkan mencit itu ke alam baka. Ya, begitulah…
Dan entah apa dosa tangan saya pada hari itu. Sepertinya tangan ini ditakdirkan untuk merusak pada hari itu. Jadi, ceritanya pas kami rehat, saya membeli es krim. Pas lagi asyiknya menyendoki eskrim itu, ‘tek!’ sendok eskrimnya patah. KOK BISA PATAH SENDOKNYA PADAHAL CUMA ES KRIM! Tangan oh tangan… Saya nggak tahu apa ada hubungannya ini – ekor mencit yang putus dan sendok es krim yang patah…

“Sorry cit, moga tenang di alam sana, jangan hantui saya!”